Apakah Teknologi Wakanda bisa ditemui di Dunia Nyata?

Apakah Teknologi Wakanda bisa ditemui di Dunia Nyata?

Kita semua setuju bahwa perihal paling mencengangkan berasal dari film Black Panther ada pada teknologi Wakanda. Kalung yang bisa beralih jadi kostum, alat yang bisa mengendalikan mobil berasal dari jarak jauh, sampai kereta maglev di pertempuran terakhir. Sistem komunikasi di sana pun pakai sebuah perangkat kecil yang melekat di telinga T’Challa. Jadi, jikalau berkenan janjian serupa orang gampang. Gak wajib nyamperin ke rumahnya, selanjutnya teriak di depan pagar, ‘Chalaaa… main yuuuk…’

Meski terkesan begitu keren dan futuristik, ternyata teknologi di sana bukan dirancang sembarangan. Proses “pemilihan teknologi” Wakanda tidak seabsurd kita sewaktu mengkhayal sembarangan.

[di sebuah meeting pembuatan skenario film]

Penulis naskah 1: Duh… jaman depan gimana nih?

Penulis naskah 2: Iya. Suram emang kerja di sini…

Penulis naskah 1: Maksud saya MASA DEPAN WAKANDA!

Penulis naskah 2: Hmmmm…

Penulis naskah 1: Eh, gimana jikalau kita membuat teknologi teleportasi?!

Penulis naskah 2: Pake pintu!

Penulis naskah 1 & 2: Pintu Ke Mana Saja!

Suasana mendadak hening.

Sewaktu menciptakan dunia marvel dan Wakanda, para kreator terlalu memikirkan teknologi “masa depan” itu bersama baik. Mereka mengadaptasi teknologi yang sudah ada di dunia nyata, dan meningkatkan levelnya satu tingkat ke atas.

Coba kita ulas satu per satu. Apa yang anda ingat berasal dari kecanggihan teknologi buatan Suri? Dengan pakai Kimoyo Beads—gelang manik-manik—dia bisa mengendalikan mobil berasal dari jarak jauh.

Sampai sementara ini, memang belum ada penelitian ilmiah bagaimana perihal itu bisa terjadi. Namun, apabila dibandingkan bersama teknologi yang ada sementara ini, perangkat itu tidak cukup lebih serupa bersama simulator kendaraan. Bahkan, di Berlin, Jerman, pada akhir 2017 kemarin, dilaksanakan perlombaan drone pakai headset VR. Hal ini membuat seolah-olah si pilot drone sedang berada di didalam drone secara langsung. Padahal, mah, aslinya kembali nyantai di tepi warung.

Hal lain yang terlalu menonjol pada teknologi Wakanda adalah pada pertarungan terakhir pada T’Challa dan Killmonger. Ya, T’Challa memaksa Killmonger bertarung di tengah-tengah rel kereta maglev.

Kereta maglev? Siapanya Mag Ijah tuh?

Kereta maglev, atau bhs kerennya magnetic levitation train, atau bhs gaulnya kereta ngapung, adalah type kereta yang pakai type magnet sebagai alat geraknya. Dan, type magnet ini lah yang membuatnya tidak miliki roda dan “melayang” di udara.

Kereta ngapung? Kereta terbang? Kereta… ngambang?

Lalu sebuah pertanyaan muncul: Bagaimana bisa kereta ini melayang dan nggak jatuh? Terus, kok, dia bisa nggak “keluar jalur”?

Hal ini gara-gara 98% bahan penyusun relnya terbuat berasal dari bahan superkonduktor. Bahan ini lah yang membuat kereta bisa melayang sedikit di atas rel, dan senantiasa mengikuti jalurnya. Nggak, ini bukan membuat keren-kerenan aja kok. Tapi, bahan ini dipakai untuk mengurangi hambatan yang ada. Karena, jikalau dibandingkan bersama “roda dan rel” yang menempel, akan berlangsung gesekan dan hambatan. Sehingga akan memengaruhi kecepatan kereta. Jadi, jikalau gesekan itu “dihilangkan” bersama membuatnya melayang, kecepatannya jadi ngebut deh.

Satu perihal yang “menarik” berasal dari bahan superkonduktor adalah, dia wajib berada pada suasana dingin. Sehingga, tentu, pembuatannya akan lebih mahal dibandingkan kereta bersama roda biasa. Bahkan, gara-gara kerennya bahan ini, tahun 2015 lalu, perusahaan Lexus membuat skateboard terbang, atau bhs kerennya “hoverboard”.

Bahan itu lah yang jadi tidak benar satu syarat sehingga si maglev bisa mengapung. Salah satu kereta maglev yang terkenal adalah Shinkansen di Jepang. Biasanya, pengembangan desainnya senantiasa mengacu pada hukum: pengangkatan kereta bersama type tolak magnet, dan gerakan (maju dan berhenti) pakai motor linear.

Hayo, jadi teknologi kereta yang ada di Black Panther itu benaran ada. Cuma, ya, belum sesempurna itu. Kereta Shinkansen di Jepang, misalnya. Sudah pakai teknologi bersama rencana yang mirip. Atau projek Hyperloop yang digagas oleh Elon Musk, yang, tidak hanya pakai “melayang” roda saja untuk menghilangkan hambatan berasal dari type gesek roda dan rel, tapi termasuk menghilangkan hambatan hawa bersama pakai lorong yang divakum. Jadi, ya, keretanya nggak dibikin di ruang terbuka kayak di film. Sehingga akan bisa ngebuat keretanya jadi lebih ngebut lagi.

Baca Juga :