ASUS ZenBook Pro UX550, MacBook Pro Killer terbaik

ASUS ZenBook Pro UX550, MacBook Pro Killer terbaik

Kita memahami ASUS kerap merilis notebook yang dirancang jadi pesaing MacBook dari Apple. Setelah dulu dulu me-review ZenBook 3 yang jadi pesaing All New MacBook, nah saat ini giliran ZenBook Pro yang dapat kita review. Katanya ini adalah pesaing MacBook Pro. Benarkah?

Seharga MacBook Pro

Sekadar info, pada mulanya notebook utama yang kita mengfungsikan untuk me-render video yang biasa kita publish di channel YouTube kita adalah MacBook Pro 13 yang kita membeli kurang lebih Rp22 juta. Notebook ini kita mengfungsikan nyaris tiga bulan dan sejauh ini terasa baik-baik saja.

Sampai pada akhirnya ASUS merilis ZenBook Pro UX550 dibulan Agustus kemarin yang sukses membuat kita penasaran. Kami pun segera pesan bersama harga sedikit lebih mahal dari MacBook Pro, yakni Rp26 juta.

Di atas kertas, ZenBook Pro mempunyai dimensi dan spesifikasi yang lebih tinggi dari MacBook Pro 13 yang kita punya. Jadi harusnya performanya terhitung dapat lebih kencang. ZenBook Pro berkunjung bersama layar 15,6 inci didalam balutan desain aluminium unibody.

Layar besar, touchpad kecil

Untuk dibawa-bawa ngantor setiap hari, ukurannya sebenarnya agak sedikit besar. Ditambah lagi dimensi power adaptornya terhitung lumayan. Tapi sebenarnya tetap sanggup dibilang cukup nyaman dikarenakan tebalnya cuma 1,9 cm dan bobot notebook-nya sendiri cuma 1,8 kg.

Sesuai bersama peruntukannya membuat editing dan multimedia, layar 15,6 inci ZenBook Pro sebenarnya terasa pas. Nggak kebesaran, terhitung nggak kekecilan. Layar ini mempunyai resolusi Full HD, color gamut sRGB 100%, membantu layar sentuh, dan sedap diamati dikarenakan bezelnya yang tipis. Tapi satu keluhan kita soal layarnya yakni muncul glossy jadi dapat memantul pas pemanfaatan outdoor.

Lalu untuk keyboard-nya ternyata cukup serupa MacBook Pro 15. Layout-nya fullsize dan disempurnakan backlit. Kita sanggup lihat tersedia space yang cukup lega di sisi-sisi keyboard-nya. Tapi satu perihal yang paling membuat beda dari MacBook Pro adalah ukuran touchpad-nya.

Kalau terhadap MacBook Pro ukuran touchpad super duper luas, touchpad di ZenBook Pro ini jauh lebih mini, walaupun terhitung tersedia sensor fingerprint-nya. Tingkat akurasinya touchpad-nya belum sebaik touchpad MacBook. Jadi terkecuali membuat editing sehari-hari, mouse eksternal dapat jadi sebuah keharusan.

Nah, ternyata nggak cuma layout keyboard-nya saja yang mirip. ASUS terhitung memasang grill speaker terhadap posisi serupa MacBook Pro, yakni di bagian kiri dan kanan keyboard. Plus tersedia dua grill speaker lainnya pas di bawah palm rest. Jadi, keseluruhan ZenBook Pro mempunyai empat speaker bersertifikasi Harman Kardon. Otomatis kualitasnya jadi salah satu yang paling baik untuk ukuran notebook.

Editing kencang, gaming oke

Sebenarnya terkecuali berkata ZenBook Pro, perihal paling menarik membuat dibahas tentu adalah performanya. Karena spesifikasi yang dibawa ternyata mirip-mirip spesifikasi notebook gaming mid-end.

CPU-nya Intel Core i7-7700HQ up to 3,8 GHz bersama cache 6 MB. Ditunjang RAM 16 GB DDR4 dan SSD 512 GB. Serta GPU NVIDIA GTX 1050 bersama VRAM 4 GB DDR5. Dengan spesifikasi layaknya ini, bukan cuma edit video, namun kita terhitung sanggup main game-game baru bersama lancar mengfungsikan grafis medium.

Bagaimana bersama energi render-nya? Jujur saja kita terlampau terkesan bersama performanya. Dan sebenarnya udah sepantasnya notebook seharga lebih dari Rp20 juta mempunyai kapabilitas layaknya ini.

Sebagai gambaran, untuk me-render video HD 60 fps berdurasi lima menit yang dipercantik bersama color grading dan terhitung elemen grafis, diperlukan pas kurang lebih 6 menit. Sedangkan untuk me-render video Full HD 60 fps berdurasi sepuluh menit bersama konten kompleks berisi video, foto, dan elemen grafis memakan pas 31 menit.

Dengan performa yang ditawarkan, kita terlampau merasakan efisiensi terlebih didalam perihal waktu. Karena tak sekedar sanggup me-render video bersama cepat, memutar preview video pas sistem editing terhitung terasa lancar jaya bersama resolusi 50 persen atau bahkan full.

Untuk memaksimalkan kinerjanya biar nggak nge-drop, ASUS merancang sistem pendinginan yang berisi tiga heatpipe dan dua fan. Dan untuk menyuplai dayanya, tersedia baterai 73 Whr yang disematkan yang sepanjang kita coba sanggup bertahan sepuluh jam untuk sekadar ngetik, delapan jam membuat nonton video offline non-streaming, atau empat hingga lima jam untuk pemanfaatan berat editing dan browsing.

Dan satu perihal lagi yang kita bahagia dari ZenBook Pro adalah ketersediaan interface atau port yang cukup lengkap dibanding MacBook Pro. Ada dua port USB C, dua port USB 3.1, satu port HDMI, jack audio, dan slot microSD. Plus terhitung tersedia dongle USB to LAN didalam paket penjualannya.

Free Windows 10

Sesuai bersama campaign ASUS yang diumumkan belum lama ini, semua notebook paling baru ASUS dapat di-bundling sistem operasi Windows 10. Termasuk terhadap ZenBook Pro yang dibekali Windows 10. Dalam OS ini terkandung fitur favorit kami, yakni Windows Hello untuk meng-unlock notebook bersama mudah. Fitur ini terintegrasi bersama sensor fingerprint terhadap ZenBook Pro.

Selain itu, bersama update paling baru terhadap Windows 10 dapat meningkatkan keamanan information yang tersedia di didalam notebook berkat fitur Windows Defender. Fitur ini dapat merawat dan memblokir virus, malware, atau spyware yang berkunjung dari beraneka sumber. Bisa dari internet, flash disk, dan lainnya.

Kesimpulan

Dengan harga yang sanggup dibilang setara MacBook Pro, ASUS ZenBook Pro layak mendapat predikat MacBook Pro killer khusus untuk performanya. Walaupun dari faktor tampilan dan gengsi tetap kalah wah dari MacBook, namun setidaknya kinerjanya terlampau sanggup memanjakan para content creator atau bahkan para gamer.