Dampak Budaya Konsumen

Table of Contents

Dampak Budaya Konsumen

Dampak Budaya Konsumen

Dampak Budaya Konsumen

Perkembangan televisi global sebagai bangunan bisnis utama telah menempatkan budaya konsumen, iklan berbasis visual, di barisan depan aktivitasnya. Dampak yang sangat mencolok dari budaya konsumen, yaitu:

Dampak positif

Membuka dan menambah lapangan pekerjaan, karena akan membutuhkan tenaga kerja yang lebih banyak untuk memproduksi barang dalam jumlah besar.

Meningkatkan motivasi konsumen untuk menambah jumlah penghasilan agar bisa membeli barang/jasa yang diinginkan dalam jumlah dan jenis yang beraneka ragam.

Menciptakan pasar bagi produsen, karena bertambahnya jumlah barang yang dikonsumsi masyarakat maka produsen akan membuka pasar-pasar baru guna mempermudah memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dampak negatif

Pola hidup masyarakat, seperti hedonisme, konsumerisme, dan kapitalisme. Budaya konsumen pada dasarnya merupakan cara berpikir atau memandang sesuatu yang kemudian menginternalisasi dalam kehidupannya karena dibiasakan yang akhirnya popular dan menjadi budaya massa. Contoh nyata dari budaya konsumen, yaitu TV di mana pada mulanya tujuan dari adanya TV sebagai sumber/transfer informasi, pengetahuan, dan pendidikan. Tujuan tersebut kini telah berubah seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi dan informasi khususnya TV, internet, dll. Tujuan semula yaitu sebagai transfer informasi, pengetahuan, dan pendidikan, kini beubah tujuan menjadi media hiburan yang semata-mata dilakukan untuk meraup keuntungan materiil oleh para pelaku bisnis hiburan dan TV.

Senang dengan budaya-budaya atau kegiatan yang tidak memiliki banyak manfaat, seperti mengalihkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih penting.

Budaya konsumen dilatarbelakangi oleh munculnya masa kapitalisme yang diusung oleh Karl Marx yang kemudian disusul dengan liberalisme. Budaya konsumen yang merupakan jantung dari kapitalisme adalah sebuah budaya yang di dalamnya terdapat bentuk halusinasi, mimpi, artifilsialitas, kemasan wujud komoditi, yang kemudian dikonstruksi sosial melalui komunikasi ekonomi (iklan, show, media) sebagai kekuatan tanda (semiotic power) kapitalisme.

Budaya konsumen merupakan suatu hal yang menarik untuk dikaji karena terkait dengan budaya pop karena budaya konsumen ini mengacu seperti budaya pop, yaitu bersifat massal. Beberapa jenis budaya populer yang juga berhubungan dengan budaya konsumen, antara lain iklan, televisi, radio, pakaian, internet, dan lain-lain.

Faktor yang mempengaruhi budaya konsumen adalah faktor lingkungan dan gaya hidup. Sedangkan, faktor yang mempengaruhi pola konsumsi yaitu konsumen individu, pengaruh lingkungan, dan marketing strategy.

Munculnya budaya konsumen menimbulkan dampak positif maupun negatif. Dampak positifnya adalah seperti Membuka dan menambah lapangan pekerjaan. Sedangkan, dampak negatifnya adalah memunculkan hedonisme, konsumerisme, kapitalisme, dan budaya-budaya yang dikonsumsi cenderung mengalihkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih penting.

Sumber : https://jalantikus.app/