Din Syamsudin: Lima Hari Sekolah Tak Ganggu Madrasah Diniyah

Din Syamsudin: Lima Hari Sekolah Tak Ganggu Madrasah Diniyah

Din Syamsudin Lima Hari Sekolah Tak Ganggu Madrasah Diniyah

Din Syamsudin Lima Hari Sekolah Tak Ganggu Madrasah Diniyah

Ketua Dewan Pembina MUI (Majelis Ulama Indonesia) Din Syamsudin

mengaku sudah bertemu dengan Menteri Pendidikan perihal rencana penetapan lima hari sekolah.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah tersebut menegaskan, dirinya bersama 70 ormas islam sudah menemui Mendiknas dan mendengarkan paparan tentang Full Day School.

“Jadi bukan Full Day School kalau lima hari itu, Five Day School. Dan dari penjelasan pa menteri itu tidak mengganggu Madrasah Diniyah,” ujar Din Syamsudin usai tabligh akbar bersama warga Muhammadiyah Kabupaten Bandung di Ciparay, Jumat (25/8).

Dirinya menegaskan, bahwa Five Day School ini, hanya meliburkan sabtu dan minggu.

 

“Jadi ini rencananya lima hari sekolah, yang meliburkan hari sabtu dan ahad, tentu dalam penerapannya harus ada konsekuensinya, yakni ada penambahan jam sekitar satu setengah jam perharinya dalam lima hari itu,” terangnya.

Program ini sendiri, merupakan program keinginan pemerintah untuk meningkatkan pembentukan karakter generasi muda.

“Jadi perlu waktu tambahan untuk memantapkan itu. Sebenarnya lima hari

sekolah itu sudah banyak yang menyelenggarakannya apalagi kalau pasantren, bukan lima hari lagi tapi 24 jam setiap harinya dan peraturan ini tidak akan mengganggu madrasah diniyah,” jelasnya.

MUI bersama seluruh ormas islam tengah menunggu keputusan pasti dari Mendiknas, untuk penyelenggaraan ini.

“Kami masih menunggu, dan 70 ormas islam sudah mendengarkan paparan dan akan dirapatkan agar tidak ada pertentangan dalam pelaksaanaannya,” pungkasnya

 

Baca Juga :