Jangan Anggap Remeh SMK

Jangan Anggap Remeh SMK

Jangan Anggap Remeh SMK

Jangan Anggap Remeh SMK

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meminta para pengusaha untuk memberdayakan lulu­san SMK. Hal itu dikatakan Uu, usai membuka pemeran SMK (Epitech) Jabar XII di SOR Merdeka, Jalan Merdeka, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (13/11).

Wagub Jabar itu menilai kemampuan anak-anak SMK jangan dianggap sebelah mata oleh para pengusaha. Karena mereka sudah mam­pu berbuat, salahsatunya seperti yang dipamerkan da­lam Epitech Jabar XII.

Tak hanya sebatas memuji siswa SMK, Uu juga mene­gaskan bagi SMK

yang minim inovasi agar dilakukan eva­luasi, dan menyarankan ke­pala Dinas pendidikan Jabar untuk mengganti kepala se­kolahnya.

”Saya minta kepada Kadis­dik Jabar, kepala sekolah yang tidak punya terobosan dan inovasi lebih baik di ganti saja, demi generasi SMK he­bat,” tandasnya

Orang nomor dua di Jawa Barat itu mengharapkan ke­pala SMK harus benar-benar mampu membuat gebrakan-gebrakan yang mencerminkan kemajuan dalam memimpin sekolahnya. Salahsatunya Uu ingin agar kepala SMK bisa menjalin kerjasama dengan perusahaan, sehingga lulusan sekolah tersebut bisa disalur­kan,

“Buat kotrak kerjasama dengan berbagai pihak untuk kebutuhan para siswa yang berhasil dididik selama tiga tahun di SMK. Minimal setiap tahun harus ada kontrak dengan pihak perusahaan perusahaan yang mampu menyerap tenaga lulusan SMK yang telah ditempa dalam pendidikan sebagai tenaga siap pakai di Industri,” saran­nya.

Lebih lanjut Uu berharap lulusan SMK di Jawa Barat mampu terserap bursa

kerja yang tersedia di berbagai pe­rusahaan yang ada diseluruh pelosok negeri.

”Harus ada MoU, mislanya tahun ini dengan Honda, Samsung atau perusahan pe­rusahaan yang banyak me­nyerap tenaga kerja agar para lulusan SMK tdak ada yang menganggur,”katanya.

Terkait dengan pelaksanaan kegiatan EPITECH XII jabar, Wagub Uu menyampaikan apresiasinya sebagai penyel­enggaraan kegiatan yang pa­ling meriah dibandingkan dengan kegiatan serupa pada tahun tahun seblumnya.

”Ini katanya kegiatan EPI­TECH yang paling meriah dan ramai baik oleh peserta p

a­meran dan expo maupun oleh pengunjungnya jika diban­dingkan EPITECH yang kese­belas dan sebelumnya. Saya ucapkan selamat untuk pihak panitia,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi menekankan agar lulusan SMK mampu men­ekan angka kemiskinan dan penggangguran yang ada di Indonesia. Selama ini, lulusan SMK dituding sebagai peny­umbang angka pengangguran tertinggi.

Akan tetapi, dengan inova­si-inovasi yang dilahirkan siswa SMK, angka pengang­guran dapat dikurangi. Bahkan kemampuan wirausahanya akan menyerap tenaga kerja. Sehingga, lulusan SMK bukan lagi pencari. Merekalah peny­edia lapangan kerja.

 

Sumber :

E-Government in Estonia case study