Jenis Hukum Nasional

Table of Contents

Jenis Hukum Nasional

Pembagian hukum bisa dicermati berasal dari beberapa faktor yaitu sebagai berikut:

1. Menurut isinya
a. Hukum publik
b. Hukum privat

2. Menurut tempat berlakunya

a. Hukum lokal ialah hukum yang berlaku di suatu tempat didalam lokasi negara tertentu. Misalnya hukum kebiasaan toraja.
b. Hukum nasional ialah hukum yang berlaku didalam suatu negara tertentu sekaligus merupakan produk berasal dari negara tersebut.
c. Hukum internasional ialah hukum yang berlaku didalam pertalian pada dua negara atau lebih. Misalnya hukum perjanjian ekstradisi pada Republik Indonesia dan Malaysia.

3. Menurut sementara berlakunya

a. Hukum positif (ius constitutum) ialah hukum yang berlaku pada sementara ini didalam suatu negara, seperti UU Nomor 39 th. 1999 tentang Hak Azasi Manusia. Lawan berasal dari ius constitutum ialah ius constituendum yaitu hukum yang dicita-citakan.

b. Hukum transitor atau hukum antar sementara (hukum peralihan) ialah hukum yang sesuaikan suatu moment yang bertalian bersama hukum yang berlaku sementara ini dan sementara selanjutnya seperti aturan Peralihan Pasal II UUD 1945.

4. Menurut fungsi, isi dan persoalan yang diaturnya

a. Hukum materiil ialah hukum yang memuat perintah dan larangan
contoh: Kitab Undang-undang Hukum Pidana

b. Hukum formal ialah total aturan yang memuat tata cara untuk merampungkan suatu perbuatan yang melanggar hukum materiil. Dengan kata lain, aturan yang memuat tentang bagaimana hukum materiil itu bisa dilaksanakan/dipertahankan. Hukum formal disebut terhitung hukum acara.
contoh: Hukum Acara Perdata dan Hukum Acara Pidana.

Baca Juga :