Kemendikbud Temukan Modus Pungli PPDB di Sumsel

Kemendikbud Temukan Modus Pungli PPDB di Sumsel

Kemendikbud Temukan Modus Pungli PPDB di Sumsel

Kemendikbud Temukan Modus Pungli PPDB di Sumsel

Para orang tua diminta untuk melaporkan segala bentuk pungutan liar

dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Sebab, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjamin tak ada pungutan atau biaya selama proses PPDB.

Kemendikbud menemukan modus pungli yang terjadi di sejumlah daerah, salah satunya di Sumatera Selatan. Di sana para orang tua diwajibkan membayar infak selama proses PPDB.

“Pungutan liar terjadi di Sumatera Selatan. Ada sekolah yang mungut beberapa juta alasannya untuk infak. Dan tak bisa dijelaskan peruntukannya,” ungkap Irjen Kemendikbud Daryanto dalam konferensi pers, Rabu (12/7).

Daryanto menegaskan pihaknya melibatkan bantuan inspektorat daerah setempat

untuk menelusuri kasus tersebut. Pihaknya juga melibatkan tim saber pungli kepolisian untuk memberantas pungli PPDB.

“Ini yang saya minta kepada tim saber pungli untuk bergerak di masing-masing daerah. Kami bergerak dengan tim saber pungli supaya jelas,” katanya.

Pihaknya menggunakan tiga lini pertahanan untuk memberantas pungli.

Selain melibatkan tim saber pungli, pemerintah juga melibatkan inspektorat masing-masing kabupaten kota. Terakhir, Kemendikbud juga menggandeng lembaga lain seperti Ombudsman dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Sehingga resiko penyimpangan bisa ditekan seminimal mungkin, tak boleh ada pungli,” ungkapnya.

Daryanto menegaskan proses PPDB harus menjunjung tinggi motto OTAK yakni Objektif, Transparan, dan Akuntabel. Sehingga setiap proses berjalan transparan, adil, dan tanpa diskriminasi.

“Kami ingin masalah yang begini ini tuntas segera, karena minggu depan anak sudah sekolah dan konsentrasi belajar. Tiap tahun pasti ada saja ditemukan yang begini ini (pungli),” katanya

 

Sumber :

https://www.thecontentscoop.com/technology-reshaping-indonesian-education/