Kita yang Dulu Memang Sempat Terasa Indah

Kita yang Dulu Memang Sempat Terasa Indah

Kita yang Dulu Memang Sempat Terasa Indah

Kita yang Dulu Memang Sempat Terasa Indah

 

Aku ingat dulu tiada hari tanpa sekedar menanyaimu hal-hal kecil seperti:

“Kamu lagi apa?” “Sudah makan belum?” atau ucapan: “Selamat pagi”, “Selamat malam” atau ucapan lainnya. Aku juga ingat sesekali engkau menyanyi satu bait lagu saat percakapan kita di telepon terasa hambar. Atau mungkin kau ingat panggilanmu untukku dulu? Dan sesekali engkau bahkan mengejekku sampai aku marah. dan yang paling aku ingat tentang panggilanmu kepadaku dengan sebutan “TEDDY BEAR”. hahahaha… tertawa aku kalo mengingat hal itu. sama seperti aku mengingat dimana setiap hari aku harus meneleponmu selama 1 jam, padahal di sekolah kita sudah bertemu.

Dulu, saat aku memelukmu sudah cukup membuatku senang.

dan aku merasa sudah melindungimu dari sesuatu yang jahat diluar sana. engkau juga selalu memelukku, berkata, suatu saat aku akan pergi meninggalkanmu, engkau begitu takut, bahkan takut untuk melepasku. padahal aku selalu meyakinkanmu, kalo aku tidak akan pernah melepaskanmu.

Sebentar, apakah kau ingat juga sesekali engkau marah karena aku seharian tak memberi kabar? Padahal kamu tahu, aku sedang sibuk kuliah disana.
kamu ingat terkadang kamu selalu mengigitku, dan meninggalkan bekas di tangan seperti jam tangan?? atau sesekali kamu selalu terlalu protective, tetapi aku sll suka dengan tingkahmu yang seperti itu.. hehehe… kamu selalu ceria, bahkan ketika sedang sakit pun, kamu sll menunjukkan keceriaan yang membuatku bahagia.

kamu ingat pertama kali kamu memakai hak tinggi untuk aku? saat kamu di kuliah untuk ambil jurusan sekretaris di DonBosco, kamu terlihat sangat cantik. seperti wanita karir… ^^ pada saat itu giliran aku yang protektif ke kamu.

Masih ingatkah kamu bagaimana dulu kita bertengkar?

Kita masih bertahan saat ada seseorang atau beberapa pihak yang mencoba memisahkan kita, terutama orangtuamu. Ternyata mereka belum mampu memisahkan kita. Meski engkau dan aku sering kali menaruh cemburu satu sama lain. Pada akhirnya kita saling mengerti.

Namun, masalah-masalah itu mulai muncul. sikapku ke kamu yang mungkin buatmu jadi marah besar, aku tau, aku g selalu ada di samping mu, dan dia, yang kusebut sebagi temanku, selalu ada untuk mu. dia yang selalu bisa menemanimu, dia yang sll punya waktu lbh untukmu, dia yang kau anggap sudah lebih daripadaku. padahal kamu tau, saat itu aku CEMBURU.

 

Saat salah satu dari kita meneleponpun terkadang ada bentakan

atau kata-kata kasar disana. Atau bahkan salah-satu diantara kita hilang dan membiarkan puluhan missed call itu ada. Kadang aku berpikir kita hanya harus menyadari kesalahan kita masing-masing dan bicara dari hati ke hati. Tapi terkadang kita hanya saling diam tanpa sepatah kata pun.

Kamu memilih diam, dan menangis, itulah yang terjadi setiap pertemuan kita, saat kita butuh waktu untuk menyelesaikan waktu itu tak kunjung datang, kita hanya terdiam, dan diam.. Padahal kala malam datang, kita saling merindukan.

Baca Juga :