Kondisi Ekonomi Jabar Saat AEC 2015

Kondisi Ekonomi Jabar Saat AEC 2015

Kondisi Ekonomi Jabar Saat AEC 2015

Kondisi Ekonomi Jabar Saat AEC 2015

BANDUNG-Perekonomian nasional termasuk Jabar ikut begejolak seiring

dengan berbagai kebijakan pemerintah yang dianggap memberatkan, seperti kenaikan BBM, listrik dan jalan tol. KOndisinya semakin berat saat rupiah anjlok terhadap dollar AS.
“Kemungkinannya, ekonomi Jabar tahun depan dapat sangat berat. Iklimnya kian tidak kondusif,” tandas Anggota Dewan Pakar Forum Ekonomi Jabar (FEJ), Teti Armiati Argo, pada sela-sela Seminar Outlook 2014 dan Menyikapi Tantangan AEC 2015 yang digelar jabartoday.com, Jum’at (8/11)  di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang 45 Bandung.

Menurutnya, sejumlah faktor menjadi pemicu iklim ekonomi Jabar  pada 2014 tambah berat.

Misalnya,  masih adanya efek krisis ekonomi global, masih kurangnya dukungan infrastruktur juga menjadi sebabnya.
Faktor berikutnya, imbuh dia, regulasi dan kebijakan pemerintah yang cukup berbelit dan kurang efektif serta efisien, seperti birokrasinya yang panjang. Tentunya, sambung dia, hal tersebut dapat berimbas pada iklim investasi.

“Tidak tertutup kemungkinan, hal tersebut membuat para investor menunda

keinginan dan rencananya berinvestasi di Jabar. Jika itu terjadi, tentunya, merugikan Jabar,” jelasnya.
Menurutnya, beratnya tantangan ekonomi Jabar terasa sejak awal tahun ini. Indikasinya, terang dia, terdapatnya sejumlah industri yang melakukan relokasi dari Jabar ke daerah lain.
“Di Cikarang dan Delta Mas, sekitar 10 perusahaan besar lakukan relokasi ke beberapa daerah lain, seperti Tegal, Pekalongan, dan Brebes. Bahkan ada yang pindah ke Vietnam,” katanya.
Melihat kondisi itu, jika pada 2014 situasinya tidak mengalami perubahan, perkiraannya, cukup banyak industri di Jabar yang kembali melakukan relokasi, meskipun, tidak secara massal. tjo