OVO dan Pegadaian Kolaborasi, Dorong Inklusi Keuangan Digital Hingga Pedesaan

OVO dan Pegadaian Kolaborasi, Dorong Inklusi Keuangan Digital Hingga Pedesaan

OVO dan Pegadaian Kolaborasi, Dorong Inklusi Keuangan Digital Hingga Pedesaan

OVO dan Pegadaian Kolaborasi, Dorong Inklusi Keuangan Digital Hingga Pedesaan

OVO, menjalin kolaborasi dengan Pegadaian memperluas layanan, sekaligus mendorong pertumbuhan dan pemerataan inklusi keuangan di Indonesia. Sinergi keduanya disebut-sebut berpotensi membawa lebih dari 13.4 juta nasabah Pegadaian Persero ke dalam ekosistem keuangan digital yang terintegrasi, aman dan mudah digunakan.

Berdasarkan survei nasional literasi keuangan, Otoritas Jasa Keuangan

(OJK) pada November 2019, indeks inklusi keuangan kini telah mencapai 76 persen. Melihat itu, menurut Karaniya Dharmasaputra, Presiden Direktur OVO, sinergi strategis ini juga akan mendorong pertumbuhan tingkat inklusi keuangan dan memperkecil jumlah penduduk yang belum tersentuh layanan perbankan.

“Kesepakatan antara OVO dan Pegadaian akan semakin meniadakan kesenjangan layanan keuangan berbasis teknologi bagi pengguna, bahkan yang tinggal di wilayah pelosok. Nasabah Pegadaian dan pengguna OVO, kini dapat memperoleh pengalaman bertransaksi secara non tunai dengan lebih aman, nyaman dan mudah,”ujar Karaniya.

Berdasarkan data terakhir, OVO memproses 1 miliar transaksi dalam satu tahun secara real time, dengan peningkatan jumlah transaksi lebih dari 70% di tahun 2019.

Karaniya pun menegaskan komitmen OVO mendukung target pemerintah menjadikan Indonesia

sebagai kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Sebagai upaya untuk mencapai target, OVO secara khusus merangkul masyarakat yang belum tersentuh kemudahan layanan keuangan modern ke dalam ekosistem ekonomi digital, saat ini 28 persen pengguna OVO termasuk kategori underbanked.

“Strategi ekosistem terbuka yang dilakukan oleh OVO, secara signifikan mampu memperluas adopsi serta pertumbuhan jumlah merchant, khususnya pengusaha mikro, kecil dan menengah yang sebelumnya tidak tersentuh layanan keuangan modern. Hal ini selaras dengan layanan keuangan Pegadaian dengan fokus pada segmen nasabah yang sama.” Kata Karaniya.

Sementara Kuswiyoto, Direktur Utama Pegadaian mengatakan, Pegadaian perlu memastikan

pemerataan akses terhadap sistem pembayaran modern yang terintegrasi, aman dan nyaman serta akuntabel. kerjasama dengan OVO akan meningkatkan akses nasabah Pegadaian ke dalam ekosistem keuangan digital nasional yang terus berkembang.

“Kerjasama ini mengedukasi lebih banyak masyarakat untuk bertransaksi non-tunai. Kolaborasi ini kunci bagi pelaku industri keuangan seperti kami untuk terus bertumbuh bersama,” tutur Kuswiyoto.

 

Sumber :

https://griffingate.setonhill.edu/ICS/Academics/SSW/SSW__331/SSW_331_98_-_General_Health/Blog_19.jnz?portlet=Blog_19&screen=View+Post&screenType=next&&Id=7a42b3c5-56e3-40ff-b574-f7a450575cb0