Pedagang Ikan Asin Dilatih Memanfaatkan Asap Cair

Pedagang Ikan Asin Dilatih Memanfaatkan Asap Cair

Pedagang Ikan Asin Dilatih Memanfaatkan Asap Cair

Pedagang Ikan Asin Dilatih Memanfaatkan Asap Cair

Mahasiswa jurusan Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) mengadakan Program Kreatifitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-M) berupa kegiatan demonstrasi penggunaan asap cair sebagai pengawet organik dan teknik pengemasan yang baik di Gampong Pulot Kecamatan Leupung Aceh Besar, Kamis 31 Mei 2018.

“Kegiatan ini mendapatkan dana hibah pada tahun ini dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yang dibimbing oleh dosen Teknik Kimia, Prof Ir. Sri Aprilia MT,” ujar Nurhaliza sekalgus ketua Kelompok Kegiatan.

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk mengubah pola pikir masyarakat Gampong Pulot

yang rata-rata berprofesi sebagai pedagang ikan asin agar lebih peduli dalam menjaga kebersihan dan kehigienisan makanan terutama pada ikan asin. Hal itu perlu dilakukan, mengingat daya beli ikan asin di Aceh bisa dikategorikan cukup signifikan, sehingga dengan adanya metode ini dan oleh masyarakat mau melakukankan nya, akan menghasilkan produk yang bersih dan alami.

“Para pedagang berjualan di sepanjang jalan menuju pantai Lhoksedu. Namun, dikarenakan ikan asin yang mereka jual dalam keadaan terbuka serta lokasi tempat berjualan mereka yang berada dipinggir jalan tempat berlalu lalangnya kendaraan sehingga debu-debu menempel dan lalat berdatangan menyebabkan ikan asin menjadi kurang hiegienis, maka perlu adanya metode ini,” sambungnya.

Bahkan, beberapa waktu lalu, Tim PKM-M Unsyiah sudah pernah memberikan sosialisasi

kepada masyarakat Gampong Pulot tentang penting dan bahayanya jika tidak menjaga kehieginisan makanan. Maka dari itu, kemarin (28 Mei 2018-red) kami mempraktikkan secara langsung proses penggunaan asap cair kepada masyarakat Gampong Pulot yang berprofesi sebagai pedagang ikan asin,” timpal Nurhaliza.

Adapun yang menjadi bahan dasarnya adalah berupa pisau, ember, baskom, sikat sedangkan untuk bahannya yaitu ikan segar, garam, air dan asap cair. Sebelum menambahkan larutan asap cair, terlebih dahulu mereka beserta masyarakat membersihkan ikan segar, kemudian disikat darah ikan yang masih tertinggal dan dicuci sampai benar-benar bersih.

“Setelah itu ditambahkan ±150ml asap cair ke dalam 1 liter air bersih, kemudian direndam

dan ditambahkan garam secukupnya lalu dicuci kembali dan dikeringkan di bawah sinar matahari.
Selain penggunaan asap cair, kami juga mengajarkan teknik pengemasan yang baik pada ikan asin menggunakan alat hand sealer serta ditempelkan sticker yang berisi komposisi serta nama kelompok yang memproduksi ikan tersebut sehingga tampilan kemasannya akan lebih menarik,” lanjutnya.

Salah seorang pedagang ikan asin tersebut mengaku sangat membantu dengan kehadiran kelompok mahasiswa tersebut yang fokus pada peningkatan kwalitas hasil produksi ikan asin yabg mereka jual kepada konsumen.

 

Sumber :

Sejarah Olah Raga Renang di Dunia