Perselisihan Grab dan TPI Tidak Pengaruhi Driver

Perselisihan Grab dan TPI Tidak Pengaruhi Driver

Perselisihan Grab dan TPI Tidak Pengaruhi Driver

Perselisihan Grab dan TPI Tidak Pengaruhi Driver

Ketegangan di ruang sidang Komisi Pengawas Persaingan Usaha

(KPPU) mengenai dugaan diskriminasi yang dilakukan oleh PT Solusi Transportasi Indonesia (Grab) dan PT Teknologi Pengangkutan Indonesia (TPI) ternyata tidak berpengaruh pada para driver GrabCar baik di Medan dan kota-kota lain. Mereka bekerja seperti biasa dan tidak merasa ada perbedaan perlakuan seperti yang dituduhkan oleh pelapor.

“Diskriminasi apa sih? Saya nggak merasa ada perbedaan apa-apa.

Saya bukan TPI tapi order gacor-gacor aja asal kita mau kerja,” kata Iwanto, yang sudah menjadi driver GrabCar sejak 2015.

“Saya sih cuma pingin kerja yang tenang, itung-itungan yang jelas sesuai sama keringat kita,” kata Iwanto.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pada Selasa (8/10) telah digelar sidang pemeriksaan dugaan diskriminasi di KPPU. Dalam keterangannya, pengacara Grab dan TPI, Hotman Paris Hutapea, meminta majelis agar tidak melanjutkan pemeriksaan karena kasus ini bukanlah kasus persaingan usaha, melainkan perdata biasa.

“Tidak ada perusahaan lain yang dirugikan. Driver juga bebas

, tidak ada paksaan untuk memakai aplikasi Grab. Dan ingat, para pelapor ini adalah orang-orang yang sudah dilaporkan ke polisi oleh PT TPI karena tidak mengembalikan mobil yang mereka sewa,” kata Hotman.

Pendapat serupa disampaikan oleh Hensun Yance yang telah menjadi driver GrabCar dan ketua komunitas mitra GrabCar di Jakarta sejak 2016.

“Saya kok ngerasa ini yang ngelapor ada itikad nggak baik, ya? Saya orang nggak ngerti hukum, tapi ini yang ngelapor kan mereka yang udah ketahuan bermasalah karena nggak ngembaliin mobil,” ujar Yance.

 

Baca Juga :