PKS nilai pemerintah belum serius kelola pendidikan

PKS nilai pemerintah belum serius kelola pendidikan

PKS nilai pemerintah belum serius kelola pendidikan

PKS nilai pemerintah belum serius kelola pendidikan

Sepanjang 2012, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai Pemerintah Indonesia

belum menunjukkan keseriusannya dalam mengelola pendidikan di tanah air.

Ketua Departemen Pendidikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS Raihan Iskandar mengatakan, hal itu bisa dilihat dari Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan yang hingga hari ini belum terpenuhi.

“Jadi dalam SPM itu ada tiga poin penting yang harus dipenuhi oleh pemerintah

, masalah standar guru, kurikulum, dan sarana prasarana pendidikan. Ketiganya belum dipenuhi,” kata Raihan dalam keterangan persnya yang diterima Sindonews, Kamis (3/1/2013) pagi.

Menurutnya, ketiga poin tersebut, menjadi syarat minimal terlaksananya pendidikan. Pasalnya, saat ini kurikulum pendidikan di Indonesia keadaannya cukup memprihatinkan. Karena setiap berganti menteri, kurikulum pendidikan di Indonesia juga ikut berganti.

“Tentu tidak akan efektif untuk proses sebuah pendidikan

. Padahal yang lama saja belum bisa diterapkan secara efektif di seluruh pelosok tanah air, ini sudah berganti kurikulum lagi,” kata politisi Senayan itu,” ucapnya.

Lebih lanjut Anggota Komisi X DPR ini mengatakan, seharusnya pemerintah bisa membuat kurikulum dengan jangka panjang. “Sehingga siapa pun menterinya, siapapun presidennya, kurikulum tidak perlu diganti,” pungkasnya.

 

Sumber :

http://sitialfiah.blogs.uny.ac.id/ciri-ciri-tumbuhan-paku/