PP PSTE Buka Peluang Pelaku Digital Bangun Data Center di RI

PP PSTE Buka Peluang Pelaku Digital Bangun Data Center di RI

PP PSTE Buka Peluang Pelaku Digital Bangun Data Center di RI

PP PSTE Buka Peluang Pelaku Digital Bangun Data Center di RI

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengklaim Peraturan Pemerintah Nomor 71/2019

tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP PSTE) mampu membuka peluang para pelaku digital asing membangun data center di Indonesia.

Dirjen Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan menilai PP PSTE telah mengatur dengan jelas aturan soal pembangunan data center di Tanah Air.

“Beberapa pemilik data center sudah kebanjiran order sekarang karena makin banyak pelaku-pelaku

internasional masuk ke Indonesia. Dengan adanya aturan ini, makin banyak orang (pelaku bisnis digital) yang beraktivitas di sini karena ada kejelasan (aturan),” tuturnya kepada awak media di kantor Kemenkominfo, Senin (2/12).

Semuel menyebutkan sejumlah pelaku bisnis digital, seperti Amazon dan Google yang bakal membangun data center di Indonesia pada 2020.

Lihat juga:Kominfo: Ada 3.901 Hoaks dari Agustus 2018-November 2019
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Sammy ini mengatakan dengan dibangunnya data center di Indonesia dapat membuka peluang kerja bagi talenta digital Tanah Air untuk mendalami cloud service atau layanan awan.

“Maka itu, pemerintah mendorong ekosistem supaya berkembang, kalau ekosistem terbangun soal transfer teknologi

nanti orang Indonesia yang bekerja, mereka juga bisa belajar soal cloud service. Kita juga mempersiapkan talenta-talenta, supaya bisa bekerja di ekosistem ini,” pungkasnya.

Menyoal data center, Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI) sempat meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) menganulir pengesahan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PSTE).

Ketua ACCI Alex Budiyanto menilai aturan tersebut bersifat kontradiktif dengan pernyataan Kepala Negara soal perlindungan data masyarakat Indonesia.

 

Sumber :

https://zalala.co.id/