Semua Murid Semua Guru, Gerakan untuk Perubahan Pendidikan

Semua Murid Semua Guru, Gerakan untuk Perubahan Pendidikan

Semua Murid Semua Guru, Gerakan untuk Perubahan Pendidikan

Semua Murid Semua Guru, Gerakan untuk Perubahan Pendidikan

Kasus korupsi pendidikan banyak dilaporkan. Sejak 2005 hingga 2016 saja, ada 425 kasus korupsi pendidikan yang angka kerugiannya triliunan rupiah. Duh, miris banget ya, Bun.

Untuk membuat perubahan yang lebih baik di dunia pendidikan anak, gerakan ini pun dimunculkan. Namanya Gerakan Semua Murid Semua Guru.

Selain itu, Indonesia menempati peringkat ke-60 dari 61 negara soal literatur, di mana sekitar 26,5 persen anak sekolah dasar kelas 2 di Indonesia tidak mampu memahami bacaan. Hal lain yang bikin miris, Indonesia berada di peringkat 113 dari 188 negara pada indeks pembangunan manusia.

Nggak hanya itu, Bun, banyak juga lho kasus-kasus berupa guru pukul murid

atau orang tua pukul anak. Kondisi-kondisi semacam ini dianggap sudah dalam level gawat darurat untuk masa depan anak kita nanti.

Nah, dari gerakan Semua Murid Semua Guru diharap bisa menciptakan kualitas pendidikan yang lebih baik antara lain melalui guru penggerak, orang tua penggerak, pemangku kebijakan yang berpihak pada anak, dan komunitas atau organisasi yang saling berkolaborasi.

Publik yang berdaya untuk pendidikan adalah publik yang selalu belajar dan mengambil peran yang dapat diambilnya untuk berkontribusi untuk pendidikan dan memberikan pelajaran bermakna untuk orang lain di lingkungannya.
Baca juga:

Ini Pentingnya Orang Tua Perlu Jalin Komunikasi yang Baik dengan Guru

“Campaign ini bergerak di bidang pendidikan dengan kolaborasi dari beberapa organisasi. Gerakan ini dibuat, supaya masyarakat luas lebih tahu soal gimana caranya anak di manapun dapat pendidikan yang lebih baik,” papar Rika, salah satu karyawan yang ditemui di sela-sela acara Festival Relawan Nasional 2017 di Gandaria City, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Rika mengatakan, bahwa ia dan para relawan lain percaya bahwa semua orang itu bisa menjadi guru dan bisa juga menjadi murid. “Bahkan orang tua pun bisa menjadi murid saat mereka belajar gimana caranya jadi orang tua yang baik,” tutur Rika.

Gerakan ini baru dimulai pada tahun 2017 namun organisasi-organisasi yang menggerakkannya sudah lama bergerak. “Kita sudah gawat darurat pendidikan, karena kita melihat pendidikan kita udah ketinggalan jauh banget,” papar Rika.

Anak sekolah dasar yang belum bisa membaca, banyaknya kekerasan yang terjadi pada anak atau murid oleh guru maupun orang tuanya perlu dibenahi.

“Kita ada youTube channel sendiri. Di situ ada semua video-video

yang berhubungan dengan campaign ini dari mulai Inibudi,” tutur Rika.

IniBudi memproduksi video pembelajaran untuk anak-anak yang dikirimkan ke daerah-daerah yang sulit akses pendidikan serta sulit akses internet. “Karena itu kita donasikan flashdisk, dalam flashdisk tersebut isinya materi pelajaran lalu kemudian disalurkan ke sekolah-sekolah di daerah,” papar Rika

Selain itu, gerakan ini juga banyak bekerja sama dengan komunitas lain sebagai distributor flashdisk yang berisikan materi pendidikan tersebut. Ada sekitar 50 ribu sekolah yang ingin dibantu. Semoga perubahan ke arah kebaikan segera bisa dirasakan ya, Bun.

 

Sumber :

https://cs.byu.edu/job-posting/school-fundraisers-tips-raising-funds-your-school