Stigma Negatif Dapat Memicu Tingginya Kasus Skizofrenia

Stigma Negatif Dapat Memicu Tingginya Kasus Skizofrenia

Secara global, ada sekitar 21 juta orang dengan Skizofrenia. Di Indonesia, prevalensi gangguan jiwa berat, laksana Skizofrenia menjangkau sekitar 400 ribu orang atau sejumlah 1,7 per 1.000 penduduk.

Skizofrenia adalahgangguan jiwa yang parah, ditandai dengan banyaknya gangguan dalam berpikir, memprovokasi bahasa, persepsi, dan rasa kesadaran diri. Seringkali tergolong di dalamnya ialah pengalaman psikotik, laksana mendengar suara atau delusi.

Secara global, beberapa besar dari mereka yang memerlukan perawatan kesehatan jiwa di semua dunia tidak mempunyai akses ke layanan kesehatan mental berbobot | berbobot | berkualitas tinggi. Fakta yang dikeluarkan oleh WHO, Mental Health Gap Action Programme (mhGAP) pada tahun 2008 sudah memperkirakan bahwa lebih dari 75 persen orang dengan gangguan jiwa di negara-negara berkembang tidak mempunyai akses ke layanan kesehatan.

Hal ini bisa merusak faedah diri melewati hilangnya keterampilan yang didapatkan untuk menemukan mata pencaharian, atau gangguan dalam belajar. Pengendalian gangguan jiwa ini memerlukan upaya yang komprehensif dan berkelanjutan.

Pengobatan Skizofrenia di tidak sedikit negara pada ketika ini masih terhalang oleh tidak sedikit stigma negatif yang melekat pada ‘orang-orang dengan Skizofrenia’ dan family mereka. Akibatnya, sejumlah permasalahan Skizofrenia tidak pernah diadukan dan tidak menemukan tindak lanjut secara medis.

“Program yang komprehensif dibutuhkan untuk membina sistem layanan kesehatan, yang terdiri dari pengembangan kepandaian dan kapasitas ekstra sumber daya manusia, mekanisme pembiayaan, perbaikan infrastruktur serta sistem pengawasan dan evaluasi,” ujar Senior Director of Market Access, Johnson & Johnson SEA, Chiun-Fang Chiou, dilansir dari siaran pers, Minggu, 2 September 2018.

Berdasarkan keterangan dari WHO, terdapat penyembuhan yang efektif guna Skizofrenia dan orang yang terpapar dampaknya bisa menjalani kehidupan yang produktif dan terintegrasi dalam masyarakat. Penyakit jiwa tersebut sebetulnya dapat diobati dan dikendalikan.

Kuncinya ialah dengan teknik mempunyai sistem penyokong yang powerful dan menemukan perawatan yang tepat. Dengan penyembuhan yang tepat, mayoritas orang dengan Skizofrenia bisa mempunyai pekerjaan yang pantas dan menjadi produktif dan bahkan dapat memiliki kegiatan lain yang bermakna, menjadi unsur dari komunitas, serta merasakan hidup.

Baca Juga: